Sabtu, 09 Maret 2013

my dreams in the word


Durenan, 28 Februari 2013


Artikelku kali ini sama seperti sebelumnya, tentang kehidupanku yang sedang aku alami saat ini. Mungkin bila berfikir lebih jauh lagi kenapa aku memposting artikel ini jawabannya adalah karena aku kesepian, aku nggak tau dengan siapa aku harus bercerita. Memalukan sich bila banyak orang yang tau kelemahan dan juga keburukanku, tapi semoga saja yang tau bukan orang yang saat ini aku kenal atau mungkin akan aku kenal.
        Heemmm... sewaktu anda masih kecil pernahkah anda punya cita-cita? Jawabnya pasti pernah. Yang ingin saya tanyakan saat ini masihkah anda ingat cita-cita anda sewaktu kecil? Masihkah anda memperjuangkannya sekarang? Saya tau, semua anak kecil pasti punya cita-cita, believe it entah itu sepele atau luar biasa seperti ingin menjadi Superman, Batman, Spiderman, atau bahkan menjadi Presiden. Konyol sich memang, padahal saat itu mereka belum tau apa itu Batman, Superman, Spiderman, dan juga Presiden, yang mereka tau hanyalah “aku ingin menjadi seperti itu”. Mereka juga belum tau bagaimana cara menjadi seperti itu. Berfikir sederhana dengan kepolosannyalah yang membuat hari-hari mereka semakin indah. Lambat laun mereka semakin besar, mereka juga semakin mengerti akan cita-citanya. Dan pada saat tertentu itulah keputusan akan segera diambil, mewujudkannya? Atau hanya menjadikannya angan belaka? It’s the choose.
        Aku masih ingat dengan jelas apa saja cita-citaku sewaktu kecil, ya... cita-citaku nggak Cuma satu. Menjadi power ranger adalah salah satu cita-citaku. Whahaha sepertinya menarik, dengan menjadi power ranger aku bisa melindungi orang-orang yang aku sayang dan aku bisa melindungi dunia ini dari kehancuran, bisa melawan monster-monster jahat yang siap berperang. Dan sekarang aku tau, aku nggak mungkin menjadi seorang power ranger yang bisa berubah setiap saat, yang bisa membasmi monster-monster jahat karena itu nggak mungkin, meskipun mungkin terjadi aku juga nggak mau bumi ini dipenuhi dengan monster-monster jahat seperti adegan di film-film yang sering aku tonton sewaktu kecil.  Meskipun cita-cita itu nggak mungkin, setidaknya tanpa menjadi seorang power ranger aku masih bisa menjadi pelindung untuk orang-orang yang aku sayangi ( aku akan berusaha) ya meskipun faktanya merekalah yang lebih sering melindungiku. Hehehe
        Dan cita-cita selanjutnya yang masih aku ingat sampai sekarang dan merupakan cita-cita yang realistis yaitu AKU INGIN MENJADI SEORANG GURU. Sampai detik ini aku masih ingin menjadi seorang guru, sangat ingin menjadi seorang guru. Aku berjanji, aku pasti akan menjadi seorang guru. ^.^
Sewaktu kecil, yang aku tau menjadi seorang guru hanyalah mengajar di depan murid-murid kita. Hal yang menurutku menyenangkan saat itu tanpa harus tau bagaimana sesungguhnya menjadi guru dan bagaimana cara untuk menjadi seorang guru. Aku nggak tau apa pun.
        Saat usiaku menginjak remaja, aku mulai bimbang apa yang harus aku lakukan. Aku sadar penghasilan orang tuaku berapa, aku bisa sekolah di salah satu SMK saja sudah sudah sangat beruntung. Di sisi lain cita-citaku mengharuskanku untuk melanjutkan kuliah. Aku masih ingat benar bagaimana respon orang tuaku saat ku utarakan niatku ingin kuliah dan menjadi guru. Ya, jelas saja ditolak mentah-mentah. Saat itu aku masih kelas 1 SMK. Singkat cerita, dengan perjuangan keras dan juga air mata yang tak henti-hentinya mereka luluh juga tepat saat aku lulus SMK. Waw... kebahagiaan yang luar biasa. Alhamdulillah. Dan akhirnya dengan keringat orang tuaku aku bisa masuk disalah satu kampus di kota Tulungagung. Bukan termasuk kampus yang bergengsi ataupun mahal sich. Namun aku sangat bersyukur. Banyak cerita hidupku yang aku peroleh dari sana. Banyak orang-orang hebat yang aku jumpai. Banyak ilmu yang aku dapat. Dan banyak pula tirai kegelapan yang telah aku sibak. Terimakasih.. alhamdulillah..
        Menjadi seorang guru, kenapa aku ingin menjadi seorang guru? Kenapa ya? Aku nggak tau. Karena ingin mencari hidup baru mungkin. Karena ingin seperti saudara-saudaraku mungkin. Karena tidak mau dilecehkan terus oleh tetanggaku mungkin, atau karena pekerjaan menjadi guru itu mulia? Tidak, tidak, tidak. Bukan itu. Lantas apa? Karena bagiku menjadi seorang guru itu adalah salah satu hal yang terindah. Aku masih tetap bisa berada disekolah dan bertemu dengan anak-anak yang ajaib, yang akan melakukan hal-hal konyol untuk hidup mereka. Karena berada disekolah aku akan bisa melihat banyak senyum indah disetiap anak. Karena menjadi seorang guru aku akan terus belajar tanpa harus membayar sekolah. Hehehe. Karena dengan menjadi guru aku bisa membantu anak-anak belajar yang entah kapan mereka pasti akan menjadi orang hebat. Suatu kebanggaan tersendiri bahwa orang hebat itu adalah muridku dahulu. Karena dengan menjadi guru bila aku sudah berkeluarga, aku tak harus membebankan semuanya kepada imamku tanpa menyampingkan kewajiban dirumah. Karena dengan menjadi guru hanya menyita seperempat waktuku dalam sehari yang berarti aku masih punya waktu untuk keluargaku. Karena dengan guru adalah harapannya. Harapan nenekku juga.
Aku akan selalu berjuang dengan segala keringat dan doa. Terimakasi ku ucapakan untuk nenekku, untuk kedua orang tuaku, untuk kakakku, dan untuk semuanya yang memberikanku kekuatan. Terimakasih

Kamis, 21 Februari 2013

selalu ada hikmah


Air mata. .
Kenapa harus ada air mata bila ada tawa ?
Kenapa harus ada pertemuan bila ada perpisahan ?
Kenapa harus ada awal bila ada akhir ?
Kanapa harus sendiri bila bisa bersama ?
Kenapa ada kehidupan bila akan mati ??

Kamis, 07 Februari 2013

dulu dan sekarang


Dulu kalau aku tak begitu, kini bagaimana aku?
Dulu kalau aku tak di situ, kini di mana aku?
Kini kalau aku begini, kelak bagaimana aku?
Kini kalau aku di sini, kelak di mana aku?
Tak tahu kelak ataupun dulu
Cuma tahu kini aku begini
Cuma tahu kini aku di sini
Dan kini aku melihatmu


kekasih


Tentang seseorang di pintu Sang Kekasih
dan mengetuk. Ada suara bertanya, “Siapa di sana?”
Dia menjawab, “Ini Aku.”
Sang suara berkata, “Tak ada ruang untuk Aku dan Kamu.”
Pintu tetap tertutup
Setelah setahun kesunyian dan kehilangan, dia kembali
dan mengetuk lagi. Suara dari dalam bertanya, “Siapa di sana?”
Dia berkata, “Inilah Engkau.”
Maka, sang pintu pun terbuka untuknya.

Sabtu, 26 Januari 2013

kenapa

kata "kenapa" bisa bermakna sepele bagi sebagian orang, tapi bagiku kata "kenapa" berarti pintu dari semua pengetahuan

tapi disisi lain, apakah sangat sulit untuk mengatakan "kenapa" ? bila memang sulit, kenapa? tidakkah hanya bilang kenapa kita akan tau semuanya. bila kamu memang ingin tahu sesuatu katakan kata "kenapa" dan kamu akan tau jawabannya

Minggu, 20 Januari 2013

my love in my life



Author         : Any Setyawati

 




love... cinta... Ya, cinta
sebenarnya pa sich makna cinta menurut kalian ?
cinta adalah sesuatu yang nggak bisa diungkapin dengan kata-kata (gombal)
cinta adalah ketika dia tidak memperdulikanmu, dan kamu masih menunggunya dengan setia (g percaya, survei g membuktikan)
cinta adalah senandung rasa dalam ungkapan hati.... bait-bait cinta yang terucap disetiap palung jiwa. (ihhiiiirrr..... bokis bgt)
cinta adalah keindahan semata-mata (masak......?)
cinta adalah bla, bla, bla, bla
banyak banget tuch makna dari cinta –katanya-
hemm... cinta menurut q ? pa ya? Eits, jangan tanya cinta dengan pacar atau kekasih dulu. Karena bagi q itu semua hanya ilusi... fatamorgana... kecuali kalo dah jadi suami / istri kalian dan mang bener-bener kalian sayangi. J hehehehe
meskipun kaya gitu, q juga masih punya cinta lho... jangan salah. Tapi saat ni cintaq lebih tertuju pada keluargaq. Ibuku, ayahq, kakakq, dan seseorang yang paling q sayang dalam hidupq saat ni ‘nenekq’. Iya, nenekq. Telah ku tanamkan cinta yang begitu besar untuk nenekq, melebihi kedua orang tuaq. (q bukan anak durhaka...................)
Bila kebanyakan orang akan membicarakan cinta mereka dengan kekasih ataupun pacarnya, tapi tidak denganq. Dengan sangat bangga q akan menceritakan kisahq dengan nenek ‘my hero’. Meskipun q tau, mungkin banyak orang yang jenuh dan mencemoohq saat q ceritakan ini. Ha nenek ? pa yang special ? Cuma orang tua ja ko dibanggain !! ya, karena beliau orang tua itulah q banggain, karena kasih syangnya itulah q banggain, karena pelukannya itulah q banggain, karena kelembutannya itulah q banggain, dan karena senyumannya itulah q banggain. Love u so much...
Bagiq, beliau bukan hanya sekedar nenek dalam hidupq. Namun bisa juga sebagai orang tua, teman, bahkan sahabat. Nggak jarang q curhat dengan nenekq. Tidur pun kami seranjang, kalo saat makan beliau sulit makan bila g bersama. Q g akan merasa malu, risih pun juga enggak. Q malah senang, sesuatu yang g bisa q lupain.
Sebelum kami tidur, kami menyempatkan untuk mengobrol, bernyanyi, cerita, dan becanda bersama sampai mata terpejam. Suatu malam q utarakan niatq untuk melanjukan kuliah setelah lulus. Menjadi seorang guru, itulah mimpiq. Bukan.... maksudq itulah mimpi kami. Iya, beliau langsung setuju dan membujuk orang tuaq untuk mengabulkannya yang saat itu kedua orang tuaq tidak pernah merestuinya. Dengan syarat, q g boleh meninggalkan beliau. Itulah impian besar kami, q menjadi seorang guru. Seorang wanita yang tangguh, yang kelak tidak akan merepotkan suami dan keluarganya, yang bisa berdiri tegak setegak tiang bendera merah putih. Dan tentunya bisa menjadi seorang ibu yang baik untuk keluarganya.
Hingga suatu malam, beliau bilang bahwa ia capek untuk cerita, ia ingin tidur, jelas q g trima itu, q selalu bertanya masa mudanya, masa tuanya, dan juga impiannya. 2 kata yang g bisa q lupain “jadilah guru” dan ia pun langsung tertidur. Paginya kami melanjutkan aktifitas seperti biasa, q masih ingat itu adalah hari mingu. Siang... q masih bercanda bersama, masih membuatkannya madu, masih menjailinya. Dan sorenya waktu q dirumah, g tau kenapa tanteq teriak-teriak memanggilq. Iya, nenekq jatuh saat masih sholat dan menahan sakit di kepalanya. Kami sekeluarga membawanya ke klinik, dan suntikan penenang yang diberikan oleh suster itu benar-benar membuat nenekq tenang. Tertidur pulas.
Karena keadaan yang semakin memburuk, minggu malam beliau dipindahkan ke salah satu rumah sakit di luar kota. Besoknya, ada kabar kalo pembuluh darah di otak sebelah kiri beliau pecah. . . satu-satunya cara untuk menyembuhkannya dengan operasi. Namun dengan usia dan kondisi yang tidak stabil ini dokter tidak bisa melakukannya. Kami nggak tau pa yang harus kami lakukan, menunggu... hanya itulah yang bisa kami lakukan dan berdoa agar beliau bisa sadar dari komanya. Setiap hari kusempatkan bercerita di samping telinga nenekq, q percaya beliau pasti mendengarnya. Believe it... suatu hari disaat q bercerita disamping beliau, dokter itu mendekatiq. “gunakan waktumu sebaik-baiknya, nenekmu g akan bisa bertahan lama karena pembuluh darah otak kanan juga pecah”. Jueedeerrr........ Hellow, pa maksudnya ? dia bukan tuhan kan, g berhak dia berkata seperti itu. Kalo q g ingat dia Dokternya, sudah q maki-maki dia. Astagfirullah.... Khilaf dikit ueyyy..
Satu minggu sudah beliau dirawat, tepatnya hari senin. Dan sudah satu minggu pula beliau belum sadar juga dari komanya, padahal saat itu q ingin berpamitan kalo q nanti core akan melakukan daftar ulang disalah satu perguruan tinggi. Yang artinya satu langkah mimpi kami akan terwujud. Ciuman, ya... ciuman itupun mendarat dipipinya sebelum ku pergi. Namun sepulang dari kampus, q g tau kenapa hati ini ingin kembali ke rumah sakit tapi beraaattt banget untuk melangkah kesana. Dan akhirnya q pulang, g mampir kerumah sakit.
Q masih ingat, sangat jelas malah dalam benakq. Sampai di depan rumah nenekq, keranda itu datang tepat di depanq. Iya. . beliau sudah meninggal. Wah, nggak da kata-kata yang bisa q ungkapkan bagaimana perasaanq waktu itu. Kesenangan pun seakan luntur berubah menjadi duka. Q kalut, q shock, q benar-benar g kuat lagi. Air mata ini seakan g da habis-habisnya untuk mengalir. Nggak da yang bisa nenangin q. Dan pada saat itulah pertama kalinya q melihat Ibuq menangis. Sakit.......banget rasanya. Melebihi sakitnya saat dicampakan sang pacar.
Tanggal 20 Juni 2011, hari yang g akan q lupain. Seakan-akan seperti dalam film, flasback...semua kejadian masa lalu saat bersama tergambar jelas dihadapanq. Saat ini dan itu. Dan ternyata ciumanq di rumah sakit adalah ciuman sekaligus sentuhan yang terakhir untuk beliau. Dan cerita sebelum tidur waktu itu adalah pesan terakhir untukq. Kuliah, menjadi guru.
Kalian tau apa yang terjadi setelah itu ? Q gila, q stres... benar-benar stres.. setiap hari q masih menanyakan nenekq, masih mencarinya, masih mengajaknya makan, masih bercanda bersama, masih. . . masih igin melakukan aktifitas bersama. Semua keluargaq kuatir dengan kondisiq seperti itu. Huftt . . . Tapi sekarang q sadar itu nggak akan pernah terjadi lagi. Karena beliau telah pergi, pergi meninggalkanq untuk selamanya.
Emmm... percaya tidak ada kehidupan setelah kematian ? Q percaya. q percaya ia selalu ada untukq. Q percaya dia akan menungguq. Beberapa waktu yang lalu ada seseorang berkata “orang yang engkau sayangi entah kapan pasti ia akan meninggalkanmu”. Q setuju itu, meninggalkan dalam arti tak ada lagi dihadapannya namun akan selalu ada di hati. Whahaha sok melankolis nich q
Saat ni, q sangat merindukannya. Sangat sangat sangat rindu... kawan, hanya satu pesanq. Sayangilah nenekmu seperti engkau menyayangi ibumu. Nenek bukanlah sebuah aib untukmu yang harus kamu hindari, yang membuatmu malu, yang membuatmu jijik, yang membuatmu merasa itu semua nggak penting. Bayangin dech, bila nenekmu nggak ada maka ibumu juga g da, otomatis kamu juga g akan ada di dunia ini. . .
Sesungguhnya kalian tau kenapa q sangat menyayanginya ?
Karena, meskipun dia seorang nenek yang sering kali lupa menyebutkan siapa namaq dan siapa diriq namun beliau tidak akan pernah lupa mengganggap q sebagai cucunya. Tidak akan pernah lupa menyisakan sedikit makanan untukq. Tidak akan pernah lupa membelikan q barang yang mungkin itu g berharga. Dan tidak pernah lupa memintaq untuk terus mewujudkan impian. . . .

In memorian Muslimah, My hero
Senin, 20 Juli 2011


Untuk rembulan di samping sayap jibril
Q selalu menanti di tepi kematianq
Tapi . . .
Q tak kuat menanti lama dan mengubur rindu di pusara yang semakin lama semakin mengering